Terindikasi Korupsi, 7 Proyek SPAM Dinas Perkim Kabupaten Tangerang

Banten, mediaotonomiindonesia.com – Tujuh (7) proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang ditangani Dinas Perumahan Permukiman Dan Pemakaman (Perkim) Kabupaten Tangerang, Banten, terindikasi korupsi sehingga berpotensi merugikan keuangan Negara.

Pembangunan 7 paket proyek SPAM tersebut dibiayai dari Dana Alokasi Khusus (DAK) TA 2023, namun dalam pelaksanaannya sarat penyimpangan, tidak sesuai spesifikasi, terjadi pencurian volume dan bahkan berbau fiktif. Akibatnya, aroma korupsi sangat menyengat dalam kegiatan yang melumat uang rakyat sebesar Rp 1,5 miliar ini.

Menurut Ketua Jaringan Pemerhati Kebijakan Publik dan Pembangunan (JPKPP) Juara Simanjuntak, dari hasil penelusurannya di lapangan banyak ditemukan ketidak beresan serta kejanggalan dalam proyek SPAM di 7 titik itu, 6 unit diantaranya kental dengan aroma korupsi dan 1 unit lainnya berbau fiktif.

Juara mengatakan, Desa Sindangasih yang berada Kecamatan Sindang Jaya adalah salah satu Desa penerima alokasi Pembangunan Baru Perpipaan proyek SPAM dengan Pagu Anggaran Rp 225 juta, namun sesuai hasil penelusurannya tidak ditemukan ada proyek tersebut.

Dari hasil investigasi, tambah Juara, juga mendapat pengakuan dari warga Kampung Ampel, Desa Sindangasih bahwa proyek tersebut tidak ada alias fiktif.

“Khusus mengenai adanya dugaan fiktif itu, pada bulan November 2023 lalu lembaga kami telah melayangkan surat klarifikasi ke Dinas Perkim Kabupaten Tangerang. Namun hingga kini tidak ada jawaban secara tertulis atau lisan,” kata Juara, Kamis (27/6/2024).

Adapun nomor surat klarifikasi tersebut, lanjut Juara, bernomor 08. I/KL. Tng-01/XI/2023 tertanggal 21 November 2023.

“Sementara proyek SPAM yang 6 titik lagi, berdasarkan hasil investigasi kami, pembangunannya sarat penyimpangan dari spesifikasi, terjadi pengurangan volume, seperti kedalaman sumur, galian tanah dan lain sebagainya hingga daya listrik atau KWH-nya tidak sesuai,” ungkap Juara.

Dia mengatakan, belajar dari pengalaman tidak adanya tanggapan surat klarifikasi dari JPKPP ke Dinas Perkim Kabupaten Tangerang, mendorong dirinya akan segera melaporkan dugaan korupsi proyek SPAM senilai Rp 1,5 miliar itu ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Tangerang.

“Dari warga sekitar lokasi pembangunan SPAM, kami dapatkan informasi bahwa rata-rata kedalaman sumur bor hanya 70 sampai 80 meter. Warga menghitungnya dari jumlah pipa besi alat bor. Kami temukan juga MCB listrik dengan kode CL 4 yang berarti bahwa listriknya berkapasitas 900 kVA. Sedangkan pada RAB disebut kapasitas daya listrik adalah 1300 kVA,” jelasnya.

Akibat tindakan korupsi yang gila-gilaan pada pembangunan 7 titik proyek SPAM senilai Rp 1,5 miliar itu, bukan hanya penyimpangan spesifikasi teknis, pencurian volume, kedalaman sumur bor yang diakal-akali, pengurangan daya listrik dikurangi dan kegiatan fiktif ditemukan. Akan tetapi ada juga yang tidak berfungsi sama sekali. Demikian dikatakan Juara Simanjuntak mengakhiri pembicaraannya.

Belum ada tanggapan dari Dinas Perkim Kabupaten Tangerang, terkait dugaan korupsi dan fiktif proyek SPAM berjumlah 7 paket ini. Pasalnya, Baik Kepala Dinas Bambang Sapto Nurtjahja dan Kabid Kawasan Permukiman Yusuf, sudah dua hari tidak masuk kerja.

“Gak ada siapa-siapa pak di dalam, lagi pada kosong, sepi. Percuma masuk ke dalam. Pak Kepala Dinas (Bambang Sapto) dan Pak Kabid (Yusuf) sudah dua hari ini tidak masuk kerja. Mungkin pada rapat di luar,” kata Security penjaga pintu Dinas Perkim Kabupaten Tangerang, Kamis, 27/6/2024. (R. Manik)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*