Jakarta, mediaotonomiindonesia.com – Mandegnya penanganan kasus dugaan korupsi di Kota Banjar yang sedang ditangani oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), membuat beberapa elemen masyarakat yang ada di Kota Banjar menggelar demo di depan Gedung Merah Putih Jakarta.
Presiden Aksioma Kota Banjar Ahmad Dimyati (Wakil Walikota Banjar Periode 2003-2013) bersama elemen masyarakat Kota Banjar lainnya, meminta kepada KPK untuk segera mengumumkan dan menahan para tersangka kasus dugaan korupsi di Kota Banjar, Jum’at (1/10/2021).

Dalam orasinya saat demontrasi, Dimyati dengan sangat keras dan serius minta kepada KPK untuk segera mungkin mengumumkan dan menahan para tersangka korupsi di pemerintahan Kota Banjar, hal ini untuk memberikan semacam akomodasi bagi masyarakat Banjar yang selama ini merasa menjadi apatis acuh tak acuh terhadap aparat hukum.
Menurut Dimyati, penggeledahan oleh KPK di Kota Banjar dilakukan sejak bulan juni 2020, lalu tiga bulan kemudian sekitar bulan september-oktober ada yang ditersangkakan 2 orang.
Yang jadi masalah setelah lebih dari satu tahun belum diumumkan dan ditahan, ujarnya.

Selanjutnya menurut Dimyati, dengan adanya preseden sudah satu tahun ada tersangka tapi belum juga ditahan, menimbulkan mitos baru bagi masyarakat Kota Banjar bahwa dinasti mustahil bisa disentuh hukum, ini kan jadi tidak bagus, ujar Dimyati.
Dengan diumumkan dan ditahan, inshaa Allah spekulasi yang kurang baik dan merasa kurang terakomodasi akan terselesaikan dengan baik.
Karena diselesaikan secara politik lewat pemilu pemilihan kepala daerah, di TPS dinasti selalu menang.
Makanya kami berjuang bersama masyarakat Kota Banjar melalui ranah hukum, dalam hal ini ke KPK.
Alhamdulillah KPK sudah berani mentersangkakan, cuman kami mohon KPK segera mengumumkan dan menahan para tersangka, pungkas Dimyati.
Leave a Reply