Kolaborasi Gerakan Hejo & Hejotekno Kenalkan SungtaXPindad Tangani Sampah Limbah B3

Cimahi, mediaotonomiindonesia.com DPP Gerakan Hejo bersama salah satu sub divisi-nya yaitu Hejotekno, setelah berinovasi sejak 2018 akhirnya menelorkan insinerator ramah lingkungan ‘Stungta’. Lanjutannya, akronim dari Bahasa Sunda (geus tangtu, bro !), berlanjut dikenal sebagai StungtaXPindad, karena dibuat bersama PT. Pindad (Persero).

Nah, ini ada lagi sebuah kisah kecil pada Kamis, 7 Oktober 2021 di ‘Rumah Kolaborasi Hejotekno’ di Bizpark Hegar Kav. No.04 Jl. Terusan H Alpi No. 103 Bandung Kulon, Gerakan Hejo & Hejotekno kepada tamunya para pimpinan di lingkungan Pemkot Banjar, Jawa Barat terdiri atas  Walikota Hj. Ade Uu Sukaesih, Wakil Walikota H. Nana Suryana, Sekda Kota Banjar Ade Setiana, dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjar Sri Sobariah:
“Sebuah kehormatan besar bagi kami menjelaskan produk terbaru StungtaXPindad tipe B3. Spesifikasi teknologinya lebih tinggi dibanding mesin tipe domestic yang biasa. Operator limbah B3 rata-rata harus punya standar pendidikan tertentu, dan paham teknologi,” ujar Eka Santosa, Ketua Umum DPP Gerakan Hejo.

Sementara itu masih di hadapan tamunya, Betha Kurniawan CEO Hejotekno, menambahkan : ”Demi memenuhi ketentuan penanganan B3 yang ketat, operasionalisasinya memakai teknologi Android Micro Controller dan Electric Pneumatic Hooper Feeder. Bukan untuk gaya-gayan, memang sebuah tuntutan”

Lagi, kata Eka Santosa Ketua DPRD Jabar (1999 – 2004) dan Anggota DPR RI (2004 – 2009), momen kunjungan jajaran pimpinan Kota Banjar ke workshop yang juga sebagai marketing office StungtaXPindad, setelah tamunya di hari yang sama, sebelumnya berkunjung ke TPS (Tempat Pengolahan Sampah) 3R (Ruse, reduce, recycling) di Kelurahan Melong Kecamatan Cimahi Selatan, Cimahi. Artinya, di TPS Melong ini yang menurut Betha Kurniawan disebut sebagai TPS 3R Plus, “secara parsial telah menerapkan program KaMiSaMa (Kawasan Minimsi Sampah Mandiri), in ikan ditunjang program ‘Cimahi Barengas’
(Bareng-bareng Kurangi Sampah). Hasilnya, sampah domestik harian dari sekitar 5.000 KK sebanyak beberapa ton per hari, kini tak dibuang lagi ke TPA Sarimukti di Citatah Kab. Bandung. Sampah itu, relatif habis di TPS 3R Melong ini.”

Lebih jauh menurut Betha Kurniawan, ke depan setiap TPS minimal di lahan seluas 200 M2 di desa maupun kota, demi menuntaskan sampah di hulu, dapat memanfaatkan konsep penanganan sampah ala KaMiSaMa. Cara ini, memiliki unsur smart dan terhormat.

“Para petugas sampah diangkat derajat dan harkatnya, minimal berpendapatan setara UMR, disamping kelebihan lainnya,” tuturnya dengan menambahkan –“Kami akan terus berinovasi, demi kita  bisa menangani sampah secara proporsional, dan berkelanjutan,” terang Betha Kurniawan.

Khusus untuk insinerator StungtaXPindad tipe B3 yang katanya cocok digunakan di Kota Banjar, Jawa Barat yang dikenal juga sebagai tipikal kota ‘Rumah Sakit’.
Menurut Rusli Hidayat, Manager Pemasaran & Penjualan dari PT. Pindad (Persero) selama melakukan demo  di hadapan tamunya, di antaranya menyalakan maupun menghidupkan mesin hanya melalui tablet berbasis Android, memunculkan sederet kelebihannya :

1. Lebih mudah dalam hal operasional
2. Otomatisasi penyalaan mesin sesuai SOP, ini dapat memilih otomatisasi jenis pembakaran sampah B3 atau sampah domestik.
3. Otomatisasi pemadaman mesin harus sesuai SOP, demi mengurangi resiko kesalahan operasional.
4. Sistem GPS berfungsi mengunci titik lokasi. Sesuai peraturan KLHK, operasional Insinerator tidak boleh bergeser lokasinya, kecuali dengan pemberitahuan terlebih dahulu. Tujuannya, agar titik GPS dapat menjadi data, yang dapat mem-validasi titik koordinat.
5. Sistem pencatatan rekam jejak (monitoring) operasional dilakukan secara online, dan real time untuk mengetahui jam kerja, serta jumlah sampah yg dikelola, dan umur mesin, plus informasi ke pengguna terkait jadwal maintenance, maupun jadwal penggantian sparepart.
6. Dapat mendeteksi apabila terjadi kerusakan part secara real time dan meminimalisir kesalahan operasional sehingga dapat dilakukan penanganan masalah secara cepat dan tepat.
7. Terdapat sistem notifikasi kepada pengguna maupun pemilik mesin secara real time.
8. Sistem Android Micro Controller dapat meningkatkan durability mesin, ini membuat umur mesin lebih lama karena proses operasional dirancang mengikuti S.O.P yang baik.

Tambahan keterangan lain kata Rusli Hidayat, ia mengupas kelebihan Electric Pneumatic Hooper Feeder :”Ini memudahkan sekaligus mempercepat proses input sampah. Juga memperkecil resiko proses input sampah, kan pembakaran sampah B3 lebih beresiko bagi operator. Bisa saja, tak sengaja terbakar unsur alkohol, serta bahan kimia lainnya. Ini sebagai precautions atas hal-hal yang tak kita inginkan”

Apresiasi Pemkot Banjar

Dalam dua titik kunjungan rombongan dari Pemkot Banjar baik di TPS 3R Melong, Cimahi maupun di Rumah Kolaborasi Hejotekno. ”Semakin teguh dan mengerti kami, bagaimana menangani sampah di Kota Banjar nanti. PR-nya, tinggal merubah perilaku itu harus dilakukan secara bersama dan penuh kesadaran,” papar Ade Uu Sukaesih, tatkala melihat penanganan sampah domestic diolah menjadi pupuk berkat bantuan maggot dan rekayasa lainnya.

Berikutnya, Ade Uu Sukaesih yang dengan penuh perhatian mengamati kinerja incinerator StungtaXPindad tipe B3, berkali-kali ia mengapresiasi kiprah Gerakan Hejo dan Hejotekno. ”Sangat membanggakan banyak sekali inovasinya khusus di bidang persampahan yang selama ini, tidak kita tangani secara benar.” Lanjutnya

Pada pihak lain tampak Nana Suryana yang spontan memimpin rapat setelah kepergian Ade Uu Sukaesih dari ‘Rumah Kolaborasi Hejotekno’, memungkas :
”Segera saja kita bentuk tim percepatan implementasi program KaMiSaMa termasuk setting StungtaXPindad. Mendesak soal persampahan harus dituntaskan. Positif-nya program baru ini, tak sedikit pun menghilangkan peran dan personal yang selama ini ada, malah makin memberdayakan semua.” (Yudhi’s)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*