mediaotonomiindonesia.com,
Banjar – KM Bali Permai 169 yang meninggalkan Pelabuhan Benoa Bali sejak tanggal 24 Juli 2021 menuju Fishing Ground di Samudera Hindia, sampai hari ini belum diketahui keberadaannya.
KM Bali Permai 169 merupakan kapal penangkap ikan dengan 18 ABK, diketahui hilang kontak sejak tanggal 27 Juli 2021.
Dikutip dari situs resmi Kementrian Perhubungan cq Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, bahwa saat ini sedang dilakukan pencarian oleh Kapal Patroli KPLP dari KSOP Benoa dan Pangkalan PLP Surabaya dibawah koordinasi Basarnas.
Direktur KPLP Ahmad mengatakan, tim SAR yang dikoordinir oleh Basarnas telah melakukan koordinasi dengan JRCC Australia, Australia Defence Force (ADF), Chobams Ops, Maxem Aviation, KJRI Perth Kementerian Luar Negeri, PSDKP Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Perhubungan dan PT Putra Jaya Kota untuk meminta bantuan SAR.
Pencarian selain menggunakan kapal laut, juga dilakukan lewat udara oleh pesawat dari Pemerintah Australia, dan dibantu oleh kapal-kapal ikan disekitar lokasi.
Salah seorang ABK KM Bali Permai 169 yang belum ditemukan itu merupakan warga Lingkungan Sukamanah Rt 04/17 Kelurahan Pataruman, Kecamatan Pataruman Kota Banjar bernama Alin Rusian (22).
Orang tua Alin, Ujang Sumarna (51) saat ditanyakan kabar perihal anaknya hanya menjawab singkat, belum ada kabar.
Ujang menyayangkan perihal pemberitahuan dari perusahaan tempat anaknya bekerja terlambat.
Menurut Ujang, perusahaan tempat anaknya bekerja itu memberi kabar kepada dirinya pada tanggal 3 Agustus.
Padahal KM Bali Permai 169 telah hilang kontak sejak 27 Juli, Ujang berharap kapal dimana anaknya bekerja itu bisa segera ditemukan. (Yudhi’s)
Leave a Reply