Pilkada Kab. Pangandaran Sepi Peminat

PARIGI, MOI – Pesta demokrasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Pangandaran yang akan di gelar bulan September 2020, sepi peminat.

Sampai saat ini bakal calon pasangan bupati/wakil bupati yang ramai dibicarakan masyarakat baru ada 2 pasangan yaitu Jeje/Adang sebagai petahana, dan Supratman/Andi dari independen.

Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) Kabupaten Pangandaran Riki Zulfikri kepada Media Otonomi Indonesia (MOI) mengatakan, Partai PDI Perjuangan Kabupaten Pangandaran telah mengadakan pendaftaran bakal calon bupati secara tertutup sesuai dengan mekanisme partai yang berlaku, dan hasilnya kami mengusulkan satu nama untuk calon bupati ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan yaitu Pa Jeje Wiradinata.

Sampai saat ini kami masih menunggu rekomendasi dari DPP, mudah-mudahan secepatnya rekomendasi bisa kami terima, ujar Riki.

Sementara itu Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golongan Karya Kabupaten Pangandaran Mohamad Taufiq ketika dihubungi lewat telepon selularnya kepada MOI mengatakan, yang mendaftar bakal calon bupati/wakil bupati ke Partai Golkar ada 2 orang, yaitu Pa Adang dan Pa Toto.

Kemungkinan besar rekomendasi dari DPP Partai Golkar akan diberikan ke Pa Adang, karena Partai Golkar ingin melanjutkan Jihad Jilid 2, ujarnya.

Selain itu kami juga sudah melakukan pembicaraan dan lobi politik dengan partai politik yang ada di Kabupaten Pangandaran, sepertinya partai politik yang ada di Kabupaten Pangandaran akan berkoalisi dengan Jihad Jilid 2, ujar nya.

Wowo Kustiwa Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Pangandaran kepada MOI mengatakan, hasil Rapat Kerja Cabang DPC PPP Kabupaten Pangandaran, PPP akan kembali mendukung pasangan Jeje/Adang dengan Jihad Jild 2, yang sudah jelas kinerjanya selama periode tahun kemarin.

Sementara itu tokoh pemuda Desa Batumalang Kecamatan Cimerak, Enuh Abdul Halim dalam perbincangannya dengan MOI mengatakan, dengan hanya ada 2 pasangan bakal calon bupati/wakil bupati saat ini menunjukan bahwa partai-partai politik yang ada tidak menyiapkan kadernya untuk menjadi executive. Atau juga boleh jadi karena partai-partai politik yang lain tidak mempunyai nyali untuk bersaing dengan Jeje/Adang dalam kontestasi pilkada nanti.

Selanjutnya Enuh mengatakan, seharusnya partai politik memberikan pendidikan politik kepada masyarakat, sayangnya mereka mendatangi masyarakat hanya 5 tahun sekali ketika akan ada pemilu legislatif saja.

Menurut Enuh, Pemerintah Kabupaten Pangandaran menyiapkan anggaran yang cukup besar untuk kontestasi pilkada nanti, anggaran itu diperuntukan untuk Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Bawaslu Kabupaten Pangandaran, dimana nantinya KPU membentuk PPK ditingkat kecamatan dan PPS sampai ke desa-desa, sementara bakal calon bupati/wakil bupati hanya ada 2. (YR)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*