Mobil Wartawan Dirusak Di Batu Aji Batam

 

BATAM, MEDIA OTONOMI INDONESIA – Kaca mobil wartawan dipecahkan orang tak kenal (OTK). Kejadian yang menimpa salah satu wartawan media online di Kepri ini, tepatnya terjadi tak jauh dari tempat parkiran depan Bank BRI Pasar Melayu Batu Aji, pada hari Kamis (10/09/2020) sekira pukul 23.00 WIB.

Kepada awak media Khoy mengatakan, bahwa kaca belakang mobil merk Escudo 20.CC miliknya dipecahkan sama orang tak di kenal pada saat dirinya singgah di warung makan Pecel lele yang tak seberapa jauh dari tempat kendaraannya terparkir.

“Saya tidak tau siapa pelakunya. Kejadiannya saat saya singgah di warung Pecel Lele, mobil saya parkirkan di depan parkiran Bank BRI Pasar Melayu Batu Aji, agak jauh la dari tempat saya duduk,” kata Khoy saat di konfirmasi Via Whatsapp, Jumat (11/09/2020) malam.

Khoy juga mengatakan, jika dilihat dari kejadian tersebut, bahwa pelaku dengan sengaja memecahkan kaca belakang mobilnya. Ia berasumsi berdasarkan keterangan saksi yang saat itu sempat melihat aksi kedua orang tersebut pada saat akan memecahkan kaca mobilnya.

“Mereka datang berdua memakai kendaraan roda dua (motor) berjumlah 2 (dua) orang. Setibanya di dekat mobil, kemudian kedua orang itu mendekati belakang mobil abang yang lagi terparkir, lantas salah seorang dari mereka langsung mengeluarkan benda keras sejenis martil yang sudah di bawanya, kemudian memukul kaca mobil abang sebanyak dua kali. setelah kaca mobil pecah , menirukan ucapan saksi mata yang menurutnya tidak ingin disebut namanya.

Khoy juga kembali melanjutkan keterangannya berdasarkan ucapan saksi, “dan awalnya saya pikir orang mau maling mobil, eh setelah kaca mobil pecah dia langsung pergi, tapi enggak tau lah bang kalau ada juga yang sempat terambil mungkin sesuatu di mobil.”Jelasnya.

Khoy (Roy) juga mengatakan, “dari kejadian itu aku menderita / menanggung kerugian yang belum bisa di ketahui atau di prediksi, soalnya kaca mobil merk Suzuki Escudo 2.0 ini agak langka di Batam harus pesan ke jakarta.”ujar Khoy. Ia juga menghimbau kepada insan Pers lainnya, agar harap agar tetap waspada. Menurutnya, kejadian seperti ini tak bisa di duga terlalu jauh, tapi perlu hati-hati didalam melaksanakan tugas sebagai seorang jurnalis.
“Mohon doa semuanya, agar kita tetap dilindungi Allah SWT dalam melaksanakan peran dan fungsi serta aktifitas sehari -hari, amin,” pungkas Khoy. (MM)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*