
JAKARTA, MOI – Partai Solidaritas Indonesia Tidak Kenal Charlie Wijaya?, inilah pernyataan yang muncul dari masyarakat maupun kader PSI lainnya yang kenal dengan Charlie Wijaya atas sikap dari Pimpinan PSI, baik tingkat DPP maupun DPW yang menyatakan tidak kenal Charlie Wijaya dibeberapa media.
Berawal dari video seorang komika, Bintang Emon, yang mengritik tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) kepada terdakwa kasus kekerasan terhadap Penyidik KPK Novel Baswedan.

Melalui unggahan yang kini telah dihapus di laman Instagramnya, Charlie Wijaya mengunggah poto dari Bintang Emon dan mengatakan telah melaporkan video sang komika tersebut kepada Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, dengan nomor tiket#68200615
“Kenapa Saya melaporkan?, bagi saya hakim sudah melaksanakan tugas nya dengan semestinya, dan kita tahu bersama kedua pelaku sudah diadili dan divonis bersalah serta dipenjara”,kata charlie


Ketidaksukaan Charlie setelah melihat video komika tersebut maka Charlie melaporkan Bintang Emon ke Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika RI. Senin, 15/06/2020
Charlie Wijaya hanya melaporkan Bintang Emon kepada Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, jadi tergantung keputusan pihak Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika RI menyatakan bersalah atau tidak.
Dari pelaporan inilah munculnya serangan dari masyarakat kepada Charlie Wijaya dan PSI, kenapa PSI jadi terbawa-bawa, karena dilihat dari rekam digital medsos Charlie Wijaya dia adalah Kader dari pada PSI.
PSI tidak tinggal diam, melalui pengurus PSI, DPP dan DPW menyatakan tidak kenal dengan Charlie Wijaya.


Dari wawancara wartawan Media Otonomi Indonesia (mediaotonomiindonesia.com) dengan Charlie Wijaya, bahwa dia bergabung dengan PSI awal tahun 2019 dengan memiliki 2 kartu, KTA (Kartu Tanda Anggota) dan KARTU SAKTI.
Mungkin secara personal/pribadi PSI bisa tidak mengenal Charlie Wijaya karena memang dia bukan pengurus partai ataupun bukan anggota dewan, tetapi secara kelembagaan Charlie Wijaya resmi terdaftar sebagai anggota PSI yang semestinya DPW DKI yang di ketuai Michael Sianipar mengetahui charlie sebagai anggota/kader PSI, tapi justru sebaliknya.

Selain KTA, Charlie Wijaya juga memiliki KARTU SAKTI. KARTU SAKTI ini adalah singkatan dari Kartu Solidaritas dan Intoleransi, yang akan diberikan kepada setiap orang yang mendonasikan sejumlah dana iuran anggota secara rutin (dapat di lihat di https://teman.psi.id/kartusakti/ )

Jika kita simak dan pelajari apa itu KARTU SAKTI ini, maka untuk mendapatkannya jelas harus terlebih dahulu membayar iuran anggota.
Tsamara Amany Alatas sebagai ketua DPP PSI menyatakan melalui medsosnya : “kami memang tidak mengenal secara pribadi sosok CW ini. Kami tidak pernah membangun relasi personal dengan CW. Tetapi sebagai parpol, PSI sering membuat diskusi/workshop yang bisa dihadiri siapapun. Nampaknya CW sering hadir karena ia menganggap diri sbg pendukung PSI”.


Jika melihat bukti diatas jelas Charlie Wijaya bukan hanya simpatisan partai saja tetapi dia adalah anggota resmi dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang terikat peraturan, dan ini mematahkan pernyataan dari Tsamara sebagai ketua DPP serta Michael Sianipar sebagai ketua DPW DKI PSI.
“karena dengan kasus charlie partai menjawab tidak kenal alangkah miris…. Lalu apakah nanti kitapun akan digitukan sama seperti charlie dengan alasan bahwa yang tidak sejalan dengan rules partai lalu dihempaskan”.
“Charlie tidak menjelekan partai.. Yg berasumsi adalah netizen, maka tugas partai adalah mencari kebenaran, yg jangan sampai partai ini akhirnya negatif di mata pengikut setia nya dan negatif di mata lawan nya” demikian curhatan salah satu kader PSI
Yang juga menguatkan Charlie Wijaya adalah bagian/kader/anggota dari PSI adalah Charlie Wijaya masuk dalam salah satu grup WhatsApp (WA) yang beranggotakan 92 dan salah satunya adalah Ketua Umum PSI. (L. Hasibuan)
Leave a Reply