Charlie Wijaya, Ajukan Judicial Review Ke Makamah Konstitusi Terkait UU Pers No 40 Tahun 1999

 

JAKARTA, MEDIA OTONOMI INDONESIA – Akibat pemberitaan yang tidak benar dari Media Siber Tribun News Com, dan Tribun Jateng yang menyebut bahwa dirinya menuduh Bintang Emon menggunakan narkoba. Setelah pemberitaan itu ada, Charlie Wijaya langsung menunjuk Kuasa Hukum nya untuk mengirimkan surat somasi dan hak jawab kepada 2 Media tersebut.

Setelah mengirimkan surat somasi dan hak jawab kepada 2 Media tersebut, Charlie Wijaya pun melaporkan kepada Dewan Pers, sebelumnya Charlie Wijaya ingin melaporkan kepada Kepolisian karena dia merasa itu adalah pencemaran nama baik terhadap dirinya namun tidak diterima dan diarahkan ke Dewan Pers.

Charlie Wijaya membuat pengaduan di Dewan Pers, dan pada tanggal 2 September 2020 dipertemukan untuk melakukan mediasi.

“Menurut Dewan Pers, berita yang Charlie Wijaya adukan tersebut melanggar pasal 1 dan pasal 3 Kode Etik Jurnalistik karena menyajikan berita tidak akurat, tidak uji informasi, tidak berimbang, dan memuat opini yang menghakimi.” ungkap Charlie

Tetapi Charlie sangat menyayangkan dari pihak Dewan Pers disaat mediasi mengatakan pemberitaan yang ditayangkan oleh Media Siber Tribun News Com tidak ada pencemaran nama baik terhadap dirinya. Charlie merasa jika tidak ada pencemaran nama baik berarti dirinya hanya abstrak dan tidak ada harga nya.

“Saya tidak terima lah sempat dibilang tidak ada pencemaran nama baik terhadap diri Saya disaat mediasi kemarin, Emang Saya itu apaan. Saya juga punya harga diri kali. Saya ini manusia bukan sampah.” Tambah Charlie Wijaya.

Dari rasa ketidakpuasan inilah, Charlie Wijaya mendatangi Mahkamah Konstitusi (MK) untuk melakukan pendaftaran perkara untuk pengujian Undang-Undang Dasar 1945 terhadap Undang-undang Pers No 40 Tahun 1999 setelah sebelumnya sudah melakukan konsultasi ke Mahkamah Konstitusi apa saja yang diperlukan dalam pendaftaran. ( Selasa, 17/11/2020 )

“Pengujian ini Saya mau lihat dan dengar apakah ini sudah berpihak pada korban yang menjadi korban pemberitaan atau tidak.” Ujar Charlie Wijaya (yang bercita-cita jadi seorang politisi).

Dari pengakuan Charlie, setelah hasil pemberitaan itu, membuat dirinya dihina, dicaci, dimaki, dan diancam maka dirinya meminta pihak media Siber Tribun News Com untuk mengganti rugi terhadap dirinya, Tapi sayangnya pihak Media Siber Tribun News mengatakan mereka sudah mengikuti Undang-undang Pers No 40 Tahun 1999 karena disitu tidak ada ganti rugi. Dan dari pihak Dewan Pers pun tidak ada penyelesaian yang hakiki dan tidak ada sanksi tegas menurut Charlie. Sehingga dia mengajukan Judicial Review ke Mahkamah Konstitusi.

“Saya ingin aja ada keadilan untuk diri Saya, Sekarang Saya di tuduh sebagai penuduh orang, Pihak mereka pun tidak dapat mengembalikan nama baik saya supaya tidak di judge sebagai penuduh. Saya tidak mau panjang lebar lagi, saya ajukan Judicial Review saja. Biar ada keadilan untuk saya dan semua yang pernah menjadi korban pemberitaan.” tutup Charlie Wijaya sebelum mengakhiri percakapan. (Hsb)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*