Dimyati Buktikan Masih Yang Terbaik Dalam Poling Calon Walikota Dan Wakil Walikota Banjar Periode 2024 – 2029

BANJAR, MEDIA OTONOMI INDONESIA – Poling tentang Siapakah Tokoh Yang Layak Menjadi Walikota Dan Wakil Walikota Kota Banjar Periode 2024-2029 yang dimulai pada tanggal 12 Maret 2021, mendapat perhatian dari berbagai lapisan masyarakat Kota Banjar.

Dalam poling tersebut ada 30 nama yang tercantum, mulai dari wakil walikota, ketua partai, politisi, anggota dewan, mantan birokrat, tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Poling yang digelar selama 1 minggu ini, mendapat perhatian dari warga net.
Total yang mengikuti poling sampai hari Jum’at 19 Maret pukul 23.59, tercatat 10187 pemilih.
Urutan tiga besar hasil poling tersebut yaitu, 1. H. Akhmad Dimyati 3122, 2. Ir. H. Sudarsono 2067, 3. H. Mujamil 843.

H. Akhmad Dimyati, pria yang pernah menjadi Wakil Walikota Banjar 2 periode ini dikenal sebagai anak ajaib, serta murah senyum terhadap siapapun yang dia temui.

Ketika ditanya tentang hasil poling ini oleh Media Otonomi, pria yang akrab dipanggil Haji Dim ini dengan rendah hati menyampaikan ucapan terima kasih kepada warga net yang telah memberikan dukungannya, jazakallah khoir, ucapnya.
Lebih lanjut menurut Dimyati, hasil poling ini sebuah indikasi lebih terhadap dunia yang suka bermedsos dan merupakan amanah kedepannya.

Saya memohon kepada 30 orang yang tercantum namanya di poling tersebut untuk jadi bahan renungan bersama, jadikanlah sebuah edukasi, jangan sampai kita menjadi over convidence manakala mendapat suara dari warga net. Menurut saya, seluruh peserta poling pasti memobilisasi dukungan, baik itu dari keluarga, teman ataupun grup-grup yang diikutinya.
Angka-angka tersebut tidak tiba-tiba diperoleh, sehingga kemudian menjadi tokoh atau calon yang bisa berlaga di pilkada Kota Banjar tahun 2024 nanti.

Bagi saya sebutan tokoh itu kriterianya harus ada pengikut dan pendukung, pernah dalam posisi di ruang publik, ada kiprah dan berbuat untuk Kota Banjar.
Maksudnya agar nanti kedepan minimal dari yang 30 orang itu, terlepas dari nomer urut berapa dan perolehan suaranya berapa itu tidak penting bagi saya, yang penting adalah bagaimana mensejahterakan umat yang ada di Kota Banjar.

Kendati kita belum bisa berbuat yang ril seperti yang sedang berkuasa, paling tidak kita mempunyai konsep bagaimana mensejahterakan masyarakat supaya jadi maslahat, ujar Dimyati.

Ada yang bisa berperan langsung seperti penguasa sekarang, dan anggota DPRD yang merupakan representasi masyrakat Kota Banjar, sementara yang masuk dalam poling bisa juga berbuat yaitu bagaimana mengoptimalisasi konseptual yang ada dipikiran masing-masing, karena ini tidak main-main dalam memilih pemimpin, seorang pemimpin itu harus amanah dan memiliki kemampuan.

Bagaimana nantinya masyarakat bisa merasakan kehadiran seorang pemimpin, karena seorang pemimpin itu hadir secara nyata, tidak hanya melakukan pekerjaan rutinitas saja.

“Sebutan tokoh itu menurut saya menjadi sebuah beban yang harus dipikul oleh seseorang, karena merupakan sebuah amanah,
Jangan mentang-mentang karena ditokohkan dengan adanya poling, mohon ma’af bisa saja hasil kolaborasi dan intrik-intrik tertentu, sehingga menjadi tokoh-tokohan yang memang hasil rekayasa seolah-olah tokoh, padahal bukan tokoh,” kata Dimyati.

“Kalau tokoh hasil rekayasa ini merupakan tragedi kedepannya, berbahaya. Mari kita menokohkan individu yang betul-betul bisa berbuat, atau minimal punya mimpi bagaimana mensejahterakan masyarakat dengan konsep-konsep yang jelas.
Bagi saya hasil poling ini merupakan cobaan, bukan merasa jadi jumawa,” pungkasnya. (YR)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*