
BANJAR, MEDIA OTONOMI INDONESIA – Aliansi Muslim Kota Banjar (Almuktabar) menggelar aksi damai bela Palestina yang dilaksanakan di alun-alun Kota Banjar, Jum’at (21/5/2021).
Usai Shalat Jum’at massa mulai berdatangan ke titik kumpul di alun-alun, berbagai bendera ormas islam terlihat diantara para peserta aksi damai.
Aksi damai bela Palestina ini dihadiri oleh ratusan orang dari berbagai wilayah Kota Banjar, kendaran roda dua tercatat ada 230, kendaraan roda empat 25 dan ratusan peserta aksi memadati alun-alun Kota Banjar. Beberapa peserta aksi terlihat membakar dan menginjak-nginjak replika bendera Israel.

Penanggung jawab aksi Ustadz Asep Hisbah dalam orasinya mengajak umat muslim untuk membela perjuangan bangsa Palestina, kita sebagai umat muslim Indonesia harus membantu Palestina, sebab ketika kita merdeka, negara pertama yang mengakui kemerdekaan Republik Indonesia adalah Palestina, ujarnya.
Orasi bergantian disampaikan oleh para kiyai, ustadz, tokoh agama serta pimpinan ormas islam.
Teriakan takbir Allahu Akbar terdengar menggema di alun-alun, para peserta aksi dengan penuh semangat meneriakan kalimat Allahu Akbar.
Para tokoh agama, kiyai, ustadz yang menyampaikan orasi diantaranya KH. Muhtar Ghazali, KH. Undang Munawar, K. Endang Ruhiyat, K. Emin Muhaemin, Ust. Ibnu Azis, Ust. Tasudin Alhabsy, Ust. Adi Hadiyanto, Ust. Uu Abdullah, Ust. Yudi Wahyudi, Ust. Dede Komarudin, Ust. Zaenal Arifin serta Ust. Tohir dari GPI.
Usai bergantian menyampaikan orasi, peserta aksi melakukan long march ke Jl. Letjen Suwarto, Jl. Cimenyan, Perempatan Jalan Perintis Kemerdekaan dan kembali ke alun-alun.
Setelah long march, massa kembali ke alun-alun untuk mendengarkan pernyataan sikap Almuktabar yang dibacakan oleh Korlap Ustadz Aan Alamsyah.

Pernyataan sikap Almuktabar :
1. Mengutuk keras serangan Israel ke bumi Palestina, khususnya wilayah jalur Gaza. Karena sesungguhnya serangan Israel ke wilayah bumi Palestina merupakan tindakan biadab yang tidak memiliki rasa kemanusiaan.
2. Kami menyeru kepada kepala negara dari negeri-negeri muslim untuk segera bertindak nyata menghentikan serangan itu. Cara paling efektif adalah mengirimkan tentara ke bumi Palestina.
Bila masing-masing negara mengirimkan sedikitnya 500 tentara saja, maka paling tidak bisa dihimpun 25 ribu tentara dari lebih 50 negara muslim, termasuk dari Indonesia. Hanya dengan cara itu sajalah rakyat bumi Palestina bisa dilindungi dan sekaligus serangan yahudi Israel bisa dihentikan.
3. Kepada Bapak Presiden Republik Indonesia untuk segera mengambil prakarsa penting dalam pengiriman tentara dari negara-negara muslim itu. Sebagai negara muslim terbesar, langkah Indonesia ini diyakini akan sangat berpengaruh dalam menggerakan negeri muslim lain guna mengambil langkah penting yang amat diperlukan untuk menyelamatkan saudara kami di Palestina.
4. Terus berdiam diri tidak melakukan langkah apapun dan hanya sebatas mengecam tidak diartikan lain kecuali bahwa para kepala negara muslim itu telah secara langsung membiarkan terjadinya pembantaian di bumi Palestina khususnya jalur Gaza, dan ini merupakan pengkhianatan keji terhadap islam dan kaum muslimin di seluruh dunia.
5. Menyerukan kepada umat islam untuk bergerak bersama-sama melakukan aksi solidaritas untuk warga Palestina dengan segala bentuknya.
Lebih dari itu kami juga menyerukan kepada kaum muslimin untuk bersungguh-sungguh, saling bahu membahu berjuang bersama-sama untuk tegaknya Izzul Islam Wal Muslimin melalui penerapan islam secara kaffah. (YR)
Leave a Reply