Jakarta, mediaotonomiindonesia.com – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid menegaskan pentingnya keberanian bagi seluruh pejabat publik di setiap tingkatan untuk menyampaikan fakta dan kebenaran kepada masyarakat. Menurutnya, pejabat tidak boleh ragu bersuara hanya demi menjaga citra semata.
Hal tersebut diungkapkan Nusron saat menjadi narasumber dalam program bincang-bincang Bukan Kaleng Kaleng. Ia menyoroti bahwa mispersepsi di tengah masyarakat terhadap kebijakan negara dapat memicu dampak negatif yang membahayakan stabilitas jika tidak segera diluruskan.
“Seharusnya semua pejabat di semua level, ya tidak hanya menteri, itu harus berani menyampaikan kebenaran kepada masyarakat, meskipun kebenaran itu tidak populer,” ujar Nusron.
Nusron menambahkan, sebagai pembantu presiden, para menteri berkewajiban membela serta menjelaskan arah kebijakan pemerintah yang didasari data valid. Ia mengakui perbedaan interpretasi terhadap suatu data sering terjadi karena sudut pandang yang berbeda, namun hal tersebut tidak boleh dijadikan alasan untuk membelokkan fakta.
Mengutip ajaran gurunya, pakar statistik Prof. Dr. Andi Hakim Nasution, Nusron mengingatkan bahwa data pada dasarnya bersifat objektif. Namun, bahaya manipulasi informasi sering kali terjadi ketika data disajikan sepotong-sepotong.
“Dulu ada istilah the best way to lie is telling the part of the truth—cara berbohong yang paling baik itu adalah menyampaikan sebagian dari kebenaran. Nampak benar karena disampaikan sebagian, tidak secara holistik,” jelasnya.
Oleh karena itu, Nusron mengimbau agar penyajian data dan kebijakan kepada publik selalu dilakukan secara utuh, logis, dan transparan guna mencegah bias informasi di ruang publik.
Sumber: Kanal YouTube Bukan Kaleng Kaleng (unggahan akun TikTok @narasi.nusron.wah)
Leave a Reply