Camat Tigaraksa Tangerang Pastikan Tidak Ada Pemuka Agama Didaerahnya Meninggal Karena Covid-19

TANGERANG, MOI – Wabah pandemi corona virus (COVID-19) yang dari hari ke hari info kasusnya makin meningkat, namun sangat disayangkan ada informasi yang tidak bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya alias hoax, sehingga masyarakat harus lebih berhati-hati dalam menyikapi pemberitaan ditengah bebasnya sosial media saat ini.

Camat Tigaraksa Hj. Rahyuni, S.Sos saat dikonfirmasi wartawan di ruang rapat kantornya, Rabu (22/04/2020) mengatakan pemberitaan yang bikin panik dan heboh bagi warga Kecamatan Tigaraksa.

Setelah ditelusuri kepada pejabat yang berkomentar dalam isi beritanya semua menyatakan tidak benar.

“Memang di wilayah Kecamatan Tigaraksa ada 1 org yg di rawat di RS Banten sejak 28 maret 2020,” ucapnya.

“Setelah dilaksanakan swab test dan hasilnya positif terpapar virus corona. Jenis kelamin laki laki usia sekitar 49 tahun saat ini masih di rawat di RS Banten, kondisinya semakin membaik,” tegas Camat Tigaraksa Hj. Rahyuni, S.Sos.

Dikatakan bahwa tanggal 15 April 2020 ada salah satu warga kecamatan Tigaraksa dirawat di RS Metro Hospital dan meninggal 16 april 2020 jenis kelamin wanita agama Islam usia 71 tahun lebih dengan penyakit diabetes, darah tinggi dan ginjal yang diderita sekitar 2 tahun.

“Ibu itu saat masuk rumah sakit ada sesak nafas dan hasil dr di CT Scan ada bercak di paru paru, maka dinyatakan PDP (Pasien Dalam Pengawasan) tapi hasil vtes corona belum ada,” lanjutnya.

Ditambahkan karena ibu itu dinyatakan PDP maka pemulasaraan diberlakukan seperti jenazah yang positif corona.

“Sudah dimakamkan pada 17 April lalu dan saya sendiri ikut menyaksikan pemakamanya ”ujarnya. (Sarma RM)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*