Kab. Tangerang, mediaotonomiindonesia.com –
Kegiatan proyek peningkatan Jalan Taban – Sukamanah, Kecamatan Jambe, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten yang menelan anggaran APBD tahun 2023 sebesar Rp 1.910.901.000,00 miliar dan sudah selesai dikerjakan oleh pihak pelaksana. Namun, kondisi dilapangan sudah kelihatan tanda tanda yang kurang bagus. Ini bisa kita lihat keadaan fisik dilapangan sudah pada retak retak.

Berdasarkan penjelasan yang dihimpun media online mediaotonomiindonesia.com dilapangan, Rabu/2 Agustus 2023, dikatakan narasumber yang tidak mau namanya dimediakan mengatakan, mobil readymik yang membawa adukan semen (Cor) sempat lama terperosok di lokasi.
“Mobil readymiknya sempat lama terperosok, itu tandanya pemadatannya tidak maksimal,” imbuhnya.
“Cor (adukan semen) yang sudah mulai kering dipaksakan dipakai,ini pembiaran. Jelas kelalaian pengawas, PPTK, Konsultan maupun para pihak yang bertanggungjawab”, kata narasumber dengan nada Menggerutu. Rabu (2/8/2023)
Akibat dari kelalaian, pembiaran dari para pihak yang bertanggungjawab, itu terlihat jelas dilapangan pada STA (Stasiun) penomoran panjang Jalan 0 + 011 sampai STA 0 + 113 jalannya sudah retak retak.
Dan juga di akhir ujung jalan STA 0 + 482 masih ada jalan yang belum dikerjakan padahal Jalan sudah rusak, dan terlihat di lapangan sudah terpasang tembok penahan tanah, kenapa jalannya tidak diperbaiki?

“Proyek peningkatan Jalan Taban – Sukamanah Kecamatan Jambe, Kabupaten Tangerang diperkirakan dalam target pelaksanaan 2095 m²,” tuturnya.
Ketika hal itu dikonfirmasi lewat telepon para pejabat yang bertanggungjawab, satupun tidak ada merespon. Nomor teleponnya aktif. Di whatsapp tidak ada menjawab. Disambangi ke kantor BMDSDA tidak ada di tempat. Padahal, telepon selluler para pejabat publik ini dibiaya dari anggaran pemerintah.
Pelaksanaan proyek Peningkatan Jalan Taban – Sukamanah disinyalir sarat penyimpangan, diduga ada unsur sengaja dari kontraktor, konsultan dan pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK) mengabaikan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan gambar Teknis, termasuk mengurangi volome pekerjaan demi meraup ‘pulus’ yang sangat besar tanpa memperdulikan kualitas jalan.
Sehingga hampir dapat disimpulkan sampai berita ini diturunkan belum bisa dikonfirmasi diduga ada kolaborasi / persekongkolan para pihak yang bertanggungjawab. Bahwa proyek pembangunan jalan tersebut diduga sangat kental dengan aroma korupsi atau bisa diduga jadi proyek ‘bancakan atau ‘hidangan untuk dikorupsi’. (Sahat RM)
Leave a Reply