Jakarta, mediaotonomiindonesia.com – Persatuan Wartawan Nasrani (PEWARNA) Indonesia menggelar acara audiensi dan silaturahmi bersama Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta, Ir. Manuara Siahaan, pada Jumat (31/7/2026). Bertempat di Rumah Aspirasi Ir. Manuara Siahaan, Jl. Raya Ceger No.27A, Ceger, Cipayung, Jakarta Timur, pertemuan tersebut dimulai pukul 15.00 WIB.

Meski berlangsung cukup singkat sekitar 3 jam, pertemuan interaktif ini memberikan banyak pencerahan, arahan, serta masukan strategis bagi jajaran pengurus dan anggota PEWARNA yang hadir.
Silaturahmi ini dihadiri langsung oleh Ketua Umum Pewarna Indonesia, Yusuf Mujiono, Pengurus Daerah (PD) PEWARNA DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Johan Sopaheluwakan, serta jajaran pengurus dari 5 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) wilayah kota di DKI Jakarta.

Pengukuhan Dewan Pengawas & Imbauan Antíhoaks
Salah satu agenda utama dalam silaturahmi ini adalah pengukuhan Ir. Manuara Siahaan sebagai Dewan Pengawas PEWARNA DKI Jakarta. Penyerahan pengukuhan tersebut secara resmi tertuang dalam Surat Keputusan Pengurus Pusat PEWARNA Indonesia Nomor 053/SK-DKI JAKARTA/PP-PI/VII/2026.

Dalam sesi pengarahan, Manuara memberikan pencerahan penting terkait peran pers dalam mengawal isu-isu publik. Ia menekankan agar wartawan yang tergabung dalam PEWARNA senantiasa menjadi benteng informasi yang tepercaya dan aktif memerangi penyebaran berita bohong (hoaks).
“Wartawan memiliki tanggung jawab moral untuk menyajikan informasi yang benar dan mencerahkan. Saya berharap PEWARNA terus konsisten menghadirkan berita yang akurat dan bersama-sama mengikis hoaks di tengah masyarakat,” tegas Manuara.
Dialog Interaktif: Dari Isu Sampah hingga Solusi Pajak Tempat Ibadah
Sesi dialog dan serap aspirasi berjalan sangat dinamis. Para anggota PEWARNA menyampaikan berbagai persoalan riil warga DKI Jakarta, mulai dari isu pengelolaan sampah hingga kendala perizinan tempat ibadah.
Anggota PEWARNA, Leston Hasibuan, menyoroti sulitnya perizinan pembangunan gereja yang memicu maraknya penggunaan ruko sebagai tempat ibadah. Namun, penggunaan ruko tersebut menimbulkan masalah baru terkait tingginya beban pajak bangunan komersial.

“Karena sulitnya izin gereja, ruko akhirnya difungsikan sebagai rumah ibadah. Mengingat ruko ini bukan untuk kegiatan bisnis, bagaimana solusinya agar pajak tersebut bisa dikurangi atau dibebaskan?” tanya Leston.
Mendengar hal tersebut, Manuara memberikan masukan dan solusi konkret. Ia menegaskan komitmennya untuk membantu mengawal pembebasan atau keringanan pajak tempat ibadah berkedudukan ruko tersebut. Ia menjelaskan bahwa langkah kebijakan seperti ini sebenarnya sudah pernah dijalankan, dan pihaknya siap mendampingi agar realisasinya dapat berjalan tepat di lapangan.

Manuara kembali menegaskan bahwa pintu Rumah Aspirasi selalu terbuka untuk menerima keluhan warga DKI Jakarta. Sebagai wakil rakyat, ia terus berkomitmen mendengarkan dan mengayomi aspirasi masyarakat secara tulus tanpa melandaskannya semata-mata pada kepentingan elektoral.
Melalui pertemuan singkat namun sarat pencerahan ini, PEWARNA berharap kemitraan dan kolaborasi dengan DPRD DKI Jakarta dapat terus terjalin erat demi kemajuan masyarakat Jakarta. (L.H.)
Leave a Reply