Jakarta, mediaotonomiindonesia.com –
Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) berencana menerapkan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan untuk sistem audit. BPK akan memulai sistem audit dengan AI pada tahun 2027
“Tahun depan Bapak-Ibu sekalian, kita akan mencoba sistem yang namanya AIFOR. Artificial Intelligence Forecast Audit,” kata pimpinan I BPK Nyoman Adhi Suryadnyana saat memberikan laporan hasil pemeriksaan di Kementerian Imipas, Jakarta Selatan, Senin (3/8/2026).
Nyoman mengatakan ingin hasil audit BPK sudah diuji sebelum diberikan. Maka, menurut dia, nantinya hasil laporannya komplet dengan penilaian dari berbagai pihak terkait.
“Jadi audit yang kami berikan ke Bapak-Ibu sekalian bukan hanya masalah sampling dan kedalamannya saja, tapi sudah proven. Sudah memasukkan pendapat dan penilaian mulai melibatkan banyak akademisi dan lain sebagainya,” ucapnya.
Tak hanya itu, Nyoman juga ingin hasil audit BPK itu apakah benar-benar berkualitas atau tidak. Hal itu sekaligus dapat menilai bagaimana kinerja BPK.
“Kami juga akan menghasilkan outcome, salah satu outcome-nya adalah menilai apakah rekomendasi kita kualitasnya juga semakin naik, semakin naik. Jadi bukan hanya mengaudit Bapak-Ibu dan memberikan rekomendasi, tapi kita juga akan menilai diri kita sendiri,” ujarnya.
Untuk itu, dia berharap setiap hasil pemeriksaan BPK dapat ditindaklanjuti oleh kementerian/lembaga. Menurut dia, hal tersebut penting untuk perbaikan kementerian/lembaga.
“Perbaikan ini kami harapkan menjadi perbaikan yang sistemik dan berdampak kepada kementerian dan lembaga yang Bapak-Ibu pimpin,” imbuhnya. Sumber detikNews
Leave a Reply