Erupsi Gunung Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, Menhub Alihkan Sejumlah Rute ke Kertajati hingga Surabaya

Oplus_8388608

​Jakarta, mediaotonomiindonesia.com – Erupsi susulan Gunung Anak Krakatau yang terjadi pada Minggu malam memicu sebaran debu vulkanis baru dan berdampak langsung terhadap operasional penerbangan di sejumlah daerah. Menanggapi hal tersebut, Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengonfirmasi langkah-langkah penanganan darurat, mulai dari penutupan bandara terdampak hingga pengalihan pendaratan pesawat ke bandara alternatif.

​Dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (7/9/2026), Menhub menyampaikan bahwa dari delapan bandara yang sempat dinyatakan ditutup sementara, Bandara Atung Bungsu di Pagar Alam, Sumatera Selatan, telah kembali dibuka setelah hasil uji paper test dinyatakan negatif abu vulkanis.

​“Kondisi debu itu bisa kami sampaikan relatif belum berubah banyak, ini didasarkan dari data Darwin Volcanic Ash Advisory Centre,” kata Menhub.

​Untuk menjaga kelancaran mobilitas penumpang, maskapai penerbangan rute domestik maupun internasional mulai mengambil langkah pengalihan jadwal pendaratan:

Garuda Indonesia menjadwalkan pendaratan di Bandara Kertajati untuk penerbangan internasional dari Jeddah dan Amsterdam.

Singapore Airlines menyiapkan armada Airbus A350 guna mengangkut penumpang yang tertahan di Singapura melalui Bandara Internasional Juanda, Surabaya, serta memproses alternatif pendaratan ke Yogyakarta.

​Menhub mengimbau para calon penumpang agar tidak perlu mendatangi bandara secara langsung jika penerbangannya dibatalkan atau tertunda.

​“Kami mengimbau masyarakat berkaitan dengan perjalanannya agar selalu memantau atau berkoordinasi dengan pihak airline masing-masing. Tidak perlu dipaksakan datang ke bandara, semua fasilitas untuk melakukan pembatalan atau refund bisa dilakukan secara online,” tegas Menhub.

​Selain itu, Menhub juga mengingatkan masyarakat di area terdampak abu vulkanis untuk tetap mengenakan masker demi kesehatan pernapasan saat beraktivitas di luar ruangan. (Leston Hasibuan)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*