Ketua Komisi I DPR RI, Ajak Wartawan Peduli Keselamatan Diri

 

JAKARTA, MOI – Komisi I DPR RI yang bertugas mengawasi bidang Pertahanan, Luar Negeri, Intelijen juga bidang Komunikasi dan Informatika, mengakui fungsi wartawan dalam masa pandemi seperti sekarang ini sangat dibutuhkan.

Komisi I DPR RI yang di ketuai Meutya Hafid dari Partai Golkar ini, mengaku sedih saat mendapat kabar adanya sejumlah wartawan yang dinyatakan positif covid-19 karena masih harus bertugas di lapangan, oleh karena itu Meutya mengajak semua wartawan agar lebih peduli akan keselamatan diri saat mewartakan informasi di lapangan terutama informasi yang berhubungan dengan covid-19

“Kepada para wartawan yang menjadi garda terdepan di saat pandemi seperti saat ini, kami mohon juga untuk melakukan disiplin mandiri (self discipline) dalam peliputan-peliputan terkhusus liputan covid-19,” kata Meutya di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan covid-19 Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta, Jumat (10/4/2020).

“Komisi I menilai peran wartawan ini menjadi amat sangat penting, tadi kami juga titipkan kepada Kepala Gugus Tugas Covid-19 (Doni Monardo) untuk juga memperhatikan teman-teman wartawan terkhusus pada peliputan-peliputan covid-19,” lanjutnya wanita kelahiran Bandung, 3 Mei 1978 

Sampai saat ini, Meutya menilai bahwa wartawan telah menjadi pilar yang sangat penting untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat khususnya di saat kondisi seperti sekarang ini.

Oleh karena itu, bila memungkinkan, wartawan bisa juga buat pelaporan-pelaporan dari rumah saja dengan tetap mematuhi protokol kesehatan terutama menjaga jarak dari anggota keluarga di rumah.

“Teman-teman, selama tidak bertugas bisa melakukan pelaporan-pelaporan di rumah saja. Tentu sudah ikut mendukung kebijakan-kebijakan yang kita harapkan, bisa mengamankan diri dan keluarga dari teman-teman wartawan itu sendiri,” kata Meutya.

Ia berpesan agar ke depan penyelenggara konferensi pers agar mematuhi protokol kesehatan yang selama ini sudah disampaikan oleh Gugus Tugas Covid-19.

Dalam hal ini banyak metode peliputan yang bisa dilakukan tanpa harus mengambil risiko dengan berkerumun di lapangan, misalnya melalui televisi pool, televisi streaming, telepon seluler, dan sebagainya.

Seperti yang sudah dilakukan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan covid-19 selama memberikan keterangan resmi mengenai covid-19 dari Kantor Graha BNPB melalui sistem TV Pool, Radio Pool dan rilis pers kepada para awak media melalui grup jejaring sosial yang dikelola oleh Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB.

“Tidak boleh lagi ada wartawan dibiarkan berkerumun, sehingga dapat menjadi potensi penyebaran covid-19,” kata Meutya.

Meutya juga meminta kepada Perusahaan Pers tempat wartawan bekerja agar selalu membekali wartawan dengan edukasi dan tata cara melakukan peliputan lapangan dengan metode jaga jarak aman fisik (physical distancing).

“Terhadap Perusahaan Pers agar berperan bertanggung jawab untuk mengedukasi para wartawannya untuk juga melakukan physical distancing untuk keamanan bersama,” tambahnya.

Buat para awak media agar dalam mencari informasi agar tetap dalam aturan pemerintah. (Leston Hasibuan)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*