BANJAR, MEDIA OTONOMI INDONESIA – Almuktabar (Aliansi Muslim Kota Banjar) bersama rombongan para pedagang pasar kota banjar kecewa dengan tidak terlaksananya audiens dengan Walikota Banjar.
Setelah menunggu sejak pukul 9.30, akhirnya Walikota Banjar Ade Uu Sukaesih menemui peserta audiens di Aula Somahna Bagja Dibuana Gedung Sekretariat Daerah Kota Banjar sekitar pukul 12.40, Rabu (14/7/2021).
Walikota Banjar Ade Uu Sukaesih yang hadir bersama Forkopimda Kota Banjar langsung masuk ke Aula untuk bertemu dengan perwakilan dari Almuktabar.
Berkali-kali Ade Uu memanggil nama Asep Ketua Almuktabar, tapi Asep berada diluar aula.
Ustadz Aan Alamsyah yang memperkenalkan diri sebagai juru bicara Almuktabar, tidak ditanggapi oleh walikota.

Ade Uu meminta Asep Ketua Almuktabar untuk hadir di aula, juga meminta perwakilan dari Almuktabar hanya 5 orang saja.
Suasana semakin memanas ketika Ade Uu Sukaesih bersikeras untuk bertemu dengan Ketua Almuktabar Ustadz Asep Hisbah.
Aan Alamsyah mencoba menjelaskan kepada walikota, bahwa dirinya adalah juru bicara Almuktabar, hal itu disampaikan berulangkali oleh Aan.
Suasana menjadi ricuh, ketika rombongan dari para pedagang pasar dan peserta audiens dari Almuktabar memasuki Aula.
Ustadz Asep Riva meminta supaya walikota menyambut rakyatnya dengan etika yang baik, dengan iman, dengan akhlak yang baik, jangan dengan emosi serta mau menerima audiens dari Almuktabar dan para pedagang pasar kota banjar.
Assisten Daerah 2 Agus Nugraha mencoba menenangkan suasana, serta mengajak Ketua Almuktabar Ustadz Asep Hisbah dan jurubicara Almuktabar Ustadz Aan Alamsyah untuk berunding.

Walikota Banjar Ade Uu Sukaesih beserta Forkopimda Kota Banjar akhirnya meninggalkan aula, sehingga audiens batal dilaksanakan.
Usai berunding Aan Alamsyah menyampaikan kepada rombongan para pedagang pasar, bahwa akan dijadwal ulang audiens dengan Walikota.
Tetapi apabila Walikota tetap tidak mau menerima audiens, maka dirinya berjanji akan membawa massa yang lebih banyak, pungkasnya. (Yudhi’s)
Leave a Reply