Deklarasi PEMKRIS Jadi Simpul Persatuan Tokoh Lintas Sektor: Theo Sambuaga Dorong Kontribusi Nyata bagi Bangsa

Oplus_16908288

Jakarta, mediaotonomiindonesia.com – Momentum konsolidasi kepemimpinan umat Kristen mencatatkan babak baru lewat Pelantikan dan Deklarasi Dewan Pengurus Pusat (DPP) Perkumpulan Pemimpin dan Tokoh Kristen Bersatu (PEMKRIS) di kawasan Kwini, Senen, Jakarta Pusat, Kamis (20/8/2026) malam.

Pertemuan ini menjadi ajang berkumpulnya beragam simpul kekuatan strategis: tokoh agama, purnawirawan TNI-Polri, politisi, akademisi, hingga pemimpin masyarakat yang berkomitmen memperkuat persatuan sekaligus mempertegas pengabdian bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Hadir sebagai pembicara kehormatan, tokoh senior nasional Dr. Drs. Theo L. Sambuaga, MIPP, memberikan apresiasi mendalam atas terbentuknya wadah ini. Mantan Menteri Tenaga Kerja era Kabinet Pembangunan VII serta Menteri Negara Perumahan Rakyat dan Permukiman era Reformasi Pembangunan tersebut menilai PEMKRIS menyimpan potensi luar biasa.

“Sejujurnya, saya baru mengetahui keberadaan wadah ini setelah menerima undangan resmi. Namun, begitu mencermati susunan kepengurusan dan nama-nama yang ada di dalamnya banyak tokoh senior dan sahabat lama yang berintegritas saya yakin organisasi ini memiliki kekuatan besar untuk menjadi wadah persatuan dan pengabdian,” ungkap politisi senior Partai Golkar sekaligus jemaat GPIB Paulus tersebut.

Keteladanan Tindakan di Tengah Kemajemukan

Berangkat dari rekam jejak panjang di parlemen dan birokrasi, Theo menegaskan pentingnya menerjemahkan nilai iman ke dalam aksi kebangsaan yang inklusif. Menurutnya, identitas kekristenan di ruang publik harus tercermin lewat integritas kerja, cinta kasih, dan kebijaksanaan merajut dialog di tengah dinamika perbedaan.

“Kita hidup di tengah bangsa yang majemuk. Kesaksian kita tidak harus melulu hadir secara verbal, melainkan nyata melalui tindakan, sikap bertanggung jawab, dan cara kita menyelesaikan perbedaan tanpa merusak persaudaraan,” tegas mantan Ketua BKSAP DPR RI tersebut.

Theo mengajak seluruh jajaran pengurus untuk bergerak lintas peran demi kepentingan publik. Ragam latar belakang anggota mulai dari aparatur sipil, purnawirawan, pendeta, akademisi, hingga wartawan merupakan modal sosial yang harus dioptimalkan.

“Siapa pun kita, pejabat aktif, purnawirawan TNI-Polri, pendeta, hingga mereka yang sudah berstatus emeritus, kita punya panggilan yang sama: menjadi saksi hidup melalui karya nyata dan pelayanan kepada masyarakat,” tambahnya.
Bukan Sekadar Struktur, Melainkan Karya Nyata
Menutup pesannya, Theo mengingatkan agar PEMKRIS tidak terjebak menjadi organisasi elitis atau eksklusif. Sebaliknya, lembaga ini harus tampil sebagai jembatan kebinekaan yang menghadirkan solusi konkret bagi tantangan bangsa.

“Jangan hanya menjadi organisasi yang besar dalam struktur di atas kertas, tetapi jadilah wadah yang besar dalam karya dan manfaat bagi Indonesia,” pungkas Theo seraya menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh jajaran pengurus yang dilantik.

Deklarasi ini diharapkan menjadi fondasi kokoh bagi para pemimpin Kristen untuk mempererat sinergi, merawat toleransi kebangsaan, dan terus berkontribusi positif dalam kehidupan bernegara. (Leston Hasibuan)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*