Nusa Tenggara Timur, mediaotonomiindonesia.com –
Penyaluran bantuan secara langsung tanpa alur birokrasi berbelit ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan tempat tinggal para pengungsi pascabencana gempa.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (Kang Dedi), turun langsung ke lokasi yang terdampak bencana gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu, 19 Agustus 2026.
Momen haru aksi kemanusiaan tersebut terekam jelas dan viral melalui unggahan akun media sosial TikTok @kdmbapakaing1.
Dalam tayangan video tersebut, suasana emosional seketika pecah saat Kang Dedi tiba di pemukiman darurat warga. Seorang ibu tak kuasa menahan tangis dan langsung memeluk erat Kang Dedi sambil berulang kali mengucap rasa terima kasihnya.

”Terima kasih… terima kasih, sudah sampai ke sini… Terima kasih, Bapak. Tuhan berkati, kasih umur panjang,” ucap warga tersebut sembari menangis histeris dan memeluk Kang Dedi.
Kang Dedi kemudian berdialog langsung menanyakan situasi dan jumlah warga yang terdampak di lokasi tersebut:
”Berapa orang di sini rumahnya?” tanya Kang Dedi.
“Ada 60 jiwa, Bapak,” jawab warga.
“Yang 60 orang itu siapa?” tanya Kang Dedi kembali.
“Sama-sama saudara saya yang datang mengungsi ke sini,”tutur warga.
“Tetangga-tetangga rumahnya rusak tidak?” tanya Kang Dedi memastikan.
“Rusak, Pak. Ada yang rusak berat. Kami di sini ada 15 KK, yang rusak berat ada 10 rumah,”jelasnya.

Mendengar kondisi memilukan itu, Kang Dedi langsung membuka tas ranselnya dan menyerahkan bantuan tunai senilai Rp20 juta per rumah yang didukung oleh donasi Kadin (Kamar Dagang dan Industri) Jawa Barat Peduli:
”Ini bantuan dari Kadin ya, Kamar Dagang dan Industri. Sepuluh kepala keluarga yang rusak berat, Rp20 juta per rumah ya. Nanti untuk perbaikan rumah. Tidak boleh digunakan untuk yang lain, karena rumah itu penting,” tegas Kang Dedi kepada warga.
Bantuan tunai tersebut diserahkan secara langsung kepada para penerima, termasuk seorang nenek lansia yang berjalan menggunakan tongkat kayu untuk mewakili keluarganya. Suasana semakin haru saat sang nenek mencium tangan Kang Dedi dengan linangan air mata sebagai ungkapan rasa syukur karena rumah mereka dapat segera dibangun kembali. (Leston Hasibuan)
Leave a Reply