Lanjutan Peningkatan Jalan Korelet – Serdang Wetan di Duga Proyek Bancakan

Tangerang – mediaotonomiindonesia.com,  Lanjutan peningkatan jalan Korelet – Serdang Wetan Kecamatan Panongan, masih dalam tahap pekerjaan yang dilaksanakan oleh Kontraktor diduga jadi proyek ‘bancakan’.

Adapun alasan masyarakat mengatakan ‘proyek bancakan’, papan proyek ‘tidak’ transparan dipublikasikan. Yang kedua, penggalian ovrit diduga tidak maksimal, sehingga ketebalan/tinggi beton diragukan ketebalannya. Yang ketiga tidak dirapikan dengan pemadatan, terlihat jelas pada gambar saat mobil mixcer menurunkan cor beton. Yang keempat, PPTK, Pengawas dan Pelaksana tidak ada dilapangan.

Ketika dikonfirmasi Yunus, sebagai Konsultan dari Tehnik Konsultan dilapangan, Kamis (15/8/2024),menjelaskan pekerjaan yang sedang dilaksanakan Panjang 18 meter, lebar 6 meter. Tinggi benol 10 cm, tinggi beton cor 20 cm, dan panjang dari 18 meter, ovrit 4 meter.

“PPTK Kurnia, Pengawas dan pelaksana kegiatan tidak terlihat pak saat kegiatan,” pungkas Yunus.

Terkait penjelasan dari pengawas tehnik konsultan apakah sesuai dilapangan?

Saat ketemu dan ingin dikonfirmasi di ruangannya, Kepala Seksi Pengendalian dan Pemanfaatan Jalan dan Jembatan Dinas Bina Marga dan Sumber dan Air (BMDSDA),mengemban tugas sebagai Pejabat Pelaksana Tehnik Kegiatan (PPTK), Kurnia pergi meninggalkan ruangannya.

“Sebentar ke kamar mandi,” Katanya ke Vincent, sebagai pengawas
Lanjutan peningkatan jalan Korelet – Serdang Wetan. Senin,(19/8/2024).

Vincent sebagai pengawas mengatakan proyek Lanjutan peningkatan jalan Korelet – Serdang Wetan Kecamatan Panongan, dikerjakan PT. RISFAN sebagai direktur H. Ari. Rabu, (21/8/2024)

Wartawan mediaotonomiindonesia.com, beberapa kali ketemu dengan Kurnia,diruangannya namun, selalu menghindar!

Untuk mendapatkan jawaban dari Kepala Seksi Pengendalian dan Pemanfaatan Jalan dan Jembatan, Kurnia sebagai PPTK yang dijelaskan oleh pengawas tehnik konsultan belum terjawab.

Tanggungjawab yang di emban Kepala Seksi Pengendalian dan Pemanfaatan Jalan dan Jembatan sebagai PPTK, anggap enteng.

Faktanya dilapangan PPTK dan pengawas saat pelaksanaan pengecoran tidak ada dilokasi.

Desas desus informasi dilingkungan pekerjaannya, Kurnia jarang masuk kantor, selalu ke lapangan.

Apakah ini suatu ‘jeratan’ yang dilakukan Kurnia kepada Pejabat Pembuatan Komitmen (PPKo) dan berimbas kepada yang lainnya? (Sahat RM).

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*