Jakarta, mediaotonomiindonesia.com– IKD (Identitas Kependudukan Digital) merupakan informasi elektronik yang digunakan untuk merepresentasikan Data Kependudukan dan dokumen identitas dalam aplikasi digital melalui gawai (smartphone). IKD dihadirkan sebagai fondasi utama Digital Public Infrastructure menuju e-Government dan Satu Data Indonesia. Melalui integrasi biometrik dan sistem keamanan siber yang ketat, IKD bertujuan untuk mempermudah masyarakat dalam mengakses berbagai pelayanan public seperti layanan kesehatan, pendidikan, perizinan usaha, hingga penyaluran bantuan sosial secara lebih cepat, praktis, aman, dan tepat sasaran langsung dari genggaman tangan.

Dalam kata sambutannya saat membuka Rapat Koordinasi (Rakornas) Dukcapil 2026 di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Senin (3/8/2026), Menteri Dalam Negeri RI, Muhammad Tito Karnavian, menegaskan bahwa penguatan data administrasi kependudukan (Adminduk) merupakan pijakan utama dalam transformasi digital pemerintahan. Menurutnya, integrasi data kependudukan dengan berbagai kementerian/lembaga seperti Kementerian Kesehatan akan menciptakan efisiensi luar biasa (amazing) bagi pelayanan publik.
Adapun tiga besar peraih capaian IKD tertinggi nasional diraih oleh Kabupaten Kepulauan Seribu, Kabupaten Wonogiri, dan Kota Magelang, yang disusul langsung oleh Kota Administrasi Jakarta Barat di urutan keempat.
Penghargaan berupa piala dan piagam tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI, Muhammad Tito Karnavian, kepada Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah. Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat berhasil mengukir prestasi gemilang di tingkat nasional, Jakarta Barat sukses meraih penghargaan nasional setelah menempati peringkat keempat secara nasional dalam capaian aktivasi IKD.

Capaian Aktivasi IKD dan Jumlah Penduduk Jakarta Barat
Berdasarkan data kependudukan terkini, wilayah Jakarta Barat memiliki jumlah penduduk wajib KTP sebanyak 1.877.975 jiwa. Dari jumlah tersebut, sebanyak 38,81 persen atau 728.842 warga Jakarta Barat telah berhasil melakukan aktivasi IKD.
Capaian hampir 39 persen ini sukses melampaui target yang ditetapkan secara nasional, yakni sebesar 30 persen. Keberhasilan ini tidak lepas dari strategi Suku Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Sudin Dukcapil) Jakarta Barat yang gencar melakukan sosialisasi serta pelayanan jemput bola ke seluruh lapisan masyarakat, mulai dari pemula berusia 17 tahun hingga kelompok rentan.
Melihat hasil positif ini, Kepala Suku Dinas Dukcapil Jakarta Barat, Gentina Arifin tidak berpuas diri dan kini membidik target yang lebih tinggi, yaitu menuntaskan cakupan aktivasi IKD hingga 50 persen pada akhir tahun 2026.
“Tahun ini kami mendapat target untuk mengejar cakupan IKD sebanyak 50 persen. Semoga hal ini bisa terealisasi dan pada akhir tahun 2026 kita bisa menuntaskan target IKD sebesar 50 persen,” jelas Kadis.

Gambaran Data Kependudukan DKI Jakarta
Dalam Rakornas Dukcapil bertema “NIK dan IKD sebagai Fondasi Digital Public Infrastructure dalam Mendukung Transformasi Digital Pemerintah”, Kemendagri juga resmi meluncurkan Data Kependudukan Bersih Semester I Tahun 2026: Total penduduk DKI Jakarta tercatat sebanyak 10.878.676 jiwa (5.461.158 laki-laki dan 5.420.356 perempuan), mengalami dinamika penurunan sebanyak 2.838 jiwa dibanding Semester II Tahun 2025.
Sejalan dengan arahan tersebut, Kepala Dinas Dukcapil DKI Jakarta, Denny Wahyu Haryanto, menyampaikan bahwa NIK dan IKD adalah urat nadi pelayanan publik ibu kota. Pihaknya berkomitmen menghadirkan layanan yang inklusif, responsif, kolaboratif, dan transparan untuk mendukung Jakarta menuju Kota Global berbasis teknologi cerdas.
“Pembangunan yang inklusif dimulai dari fondasi paling mendasar, yaitu identitas warganya. Dukcapil DKI Jakarta berkomitmen menghadirkan layanan yang inklusif, responsif, kolaboratif, dan transparan untuk mendukung Jakarta menuju Kota Global berbasis teknologi cerdas,” jelasnya.
Dari tingkat wilayah, Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, mengapresiasi kinerja jajarannya serta menekankan pentingnya percepatan aktivasi IKD bagi pembangunan daerah. Ia menegaskan bahwa data kependudukan digital merupakan basis yang sangat penting dan strategis dalam penyusunan berbagai kebijakan pemerintah.
“Tepatnya Jakarta Barat meraih urutan keempat secara nasional, mendapat penghargaan terkait capaian IKD secara nasional, ini sangat menarik dan menjadi upaya penting bagi kita semua bahwa data kependudukan adalah data yang sangat penting dan strategis,” ungkap Iin
Rasa bangga dan apresiasi setinggi-tingginya turut disampaikan oleh Kepala Seksi Pendaftaran Penduduk di Dukcapil Jakarta Barat, Lisa Anggraini. Ia mengungkapkan bahwa pencapaian ini merupakan bukti nyata dari dedikasi, kerja keras, serta sinergi yang kuat dari seluruh jajaran dalam memberikan pelayanan kependudukan terbaik bagi masyarakat Jakarta Barat. Lebih lanjut, ia berharap prestasi tingkat nasional ini dapat menjadi pemacu semangat untuk terus meningkatkan kualitas layanan kependudukan berbasis digital di wilayahnya.
“Selamat dan sukses untuk Kota Administrasi Jakarta Barat dan Sudin Dukcapil Jakarta Barat Terbaik keempat Capaian IKD di tingkat Nasional,” ungkap Lisa penuh rasa bangga. (Leston Hasibuan)
Leave a Reply