Masyarakat Resah, Minimnya Rambu Lalulintas Pembangunan Peningkatan Jalan Kutruk – Tapos Kec Jambe

Tangerang, mediaotonomiindonesia.com
Pembangunan peningkatan Jalan Kutruk – Tapos Kecamatan Jambe, Kabupaten Tangerang, jadi sorotan masyarakat yang lalulalang melintasi di area pembangunan tersebut. Pembangunan peningkatan Jalan Kutruk – Tapos menelan anggaran APBD tahun 2023, Rp 1.907.992.000, dikerjakan PT. RESPATI JAYA MANDIRI.

Pasalnya, minimnya rambu – rambu lalulintas pada proyek pembangunan peningkatan Jalan Kutruk – Tapos. Sehingga, Masyarakat mengeluhkan dan resah harus putar balik setelah masuk ke area proyek yang sedang dikerjakan.

Masyarakat (Andi) mengatakan pihak BMDSDA seharusnya menyarankan kepada pihak pelaksana proyek memasang  rambu – rambu Lalulintas agar masyarakat memahami bahwa pengecoran sedang dilaksanakan.

Terkait masalah pembangunan, masyarakat sangat mendukung dan mengucapkan trimakasih kepada pemerintah khususnya kepada Bina Marga dan Sumber Daya Air. Tapi, tetap pihak BMDSA  jangan lengah mengawasi pihak kontraktor, tentu dalam hal mengerjakan proyek sudah ada acuannya.

“Dipasang lah rambu – rambu lalulintasnya. Harusnya pihak kontraktor memahami kondisi lingkungan. Sudah lampu penerangannya juga tidak ada, bagaimana hasil pekerjaannya,” Kata Andi sambil memutar balik kendaraanya dengan kesal.

Sebelum dilakukan pengecoran peningkatan Jalan Kutruk -Tapos wartawan mediaotonomiindonesia.com, ingin mengkonfirmasi pihak pelaksana terkait persambungan pembongkaran Jalan lama dengan Jalan  yang baru diperbaiki yang sudah dipasang bekisting, juga minimnya rambu -ramb lalulintas. Namun, pelaksana tidak ada dilapangan. Bagaimana kelandaian oprit untuk kenyamanan bagi kendaran yang melintas? Hal ini belum bisa mendapatkan jawaban dari pelaksana.

Dalam waktu tidak lama pengawas datang dan mengkonfirmasi  Januar, terkait persambungan Jalan lama dengan Jalan yang baru diperbaiki (Oprit).

Januar mengatakan bahwa dalam peningkatan Jalan Kutruk – Tapos Kec. Jambe, tidak ada Oprit dan pemasangan dowel jaraknya per 6 meter. Selasa (13/6/2023)

Masyarakat mengharapkan  kepada pemerintah khususnya kepada Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang agar memberikan kenyamanan bagi pengendara. Terlebih secara khusus setiap ada pembangunan jalan untuk persambungan Jalan lama dengan Jalan yang baru diperbaiki (Oprit) dibuatkan dengan baik. Agar masyarakat nyaman berkendara.

Bila diperhatikan di Kabupaten Tangerang disetiap pembangunan persambungan jalan lama dengan persambungan jalan yang baru diperbaiki, masyarakat resah akibat terlalu tumpul persambungan Jalan sehingga  mengakibatkan patal bagi kendaraan juga bagi pengemudi bisa jatuh, kendaraan rusak. Bila itu itu terjadi siapa yang bertanggungjawab? (Sahat RM)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*