Tangerang, mediaotonomiindonesia.com – Kegiatan proyek pemasangan u-ditch yang sedang dilaksanakan di Kp. Sempur RT 003 dan RT 004/RW 003, Desa Peusar, Kec. Panongan, Kab. Tangerang, bisa dikatakan sebagai proyek suka-suka.
Bukan tanpa alasan, pengerjaan drainase tersebut menuai kritik karena sejumlah kejanggalan mendasar di lapangan:

Pertama, tidak adanya pihak pelaksana di lokasi kerja serta ketiadaan transparansi mengenai asal-usul sumber anggaran.
Kedua, pengerjaan terkesan asal jadi tanpa adanya lapisan adukan semen maupun pasir (sirtu) di dasar saluran sebelum u-ditch dipasang.
Ketiga, pengerjaan tidak rapi sehingga level elevasi atau ketinggian u-ditch tampak bergelombang (naik-turun) akibat minimnya pengawasan teknis di lapangan.
Keempat, material beton u-ditch yang kondisinya sudah retak tetap dipasang, sehingga memicu keraguan atas mutu dan kualitasnya.
Saat dikonfirmasi di lokasi pada Jumat (4/9/2026), salah seorang pekerja mengaku tidak mengetahui perihal anggaran maupun keberadaan papan informasi proyek.
“Kami tidak tahu berapa anggarannya dan di mana papan proyeknya dipasang. Pelaksana pun saat ini sedang tidak ada di lokasi,” ungkap pekerja tersebut.
Di sisi lain, seorang warga di lokasi sempat menyebutkan dugaan sumber proyek tersebut.
“Proyek ini mah proyek dewan,” cetusnya.

Namun, saat hal itu ditanyakan kembali kepada para pekerja mengenai anggota dewan yang dimaksud, mereka mengaku bingung dan tidak tahu-menahu.
Masyarakat setempat berharap pihak penanggung jawab proyek memastikan bahwa saluran drainase ini benar-benar berfungsi dengan baik saat musim hujan tiba, bukan justru menimbulkan masalah baru seperti genangan atau banjir.
Warga juga mendesak instansi pemerintah terkait untuk turun tangan dan menindak tegas kontraktor nakal yang mengabaikan standar mutu serta prinsip transparansi anggaran daerah. (SRM)
Leave a Reply